This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 21 Januari 2015

Explore Ijen, Papuma & Watu Ulo 1

Ini perjalanan gak pernah terencana, KAWAH IJEN? hahha apa tuh? saya tau juga baru dari pacar (sekarang sudah mantan pacar hehhe) karena dia pengen banget dan baru pulang dari sana. Ijen merupakan wisata di puncak gunung Ijen berupa kawah, ada sunrise juga, yang buat menarik lagi BLUE FIRE (API BIRU) konon katanya hanya ada 2 di dunia satunya berada di ISLANDIA. Ini nih yang buat semangat banget kesono, modal nekat doang ini. Kawah ijen terletak di Banyuwangi perbatasan Bondowoso Kami bertiga (Bangkit, Erwin) berangkat bersama dari Surabaya menuju Jember, dari sana berencana meminta bantuan (Ratna dan Devi) buat akomodasi ke Kawah ijen. 

Ini nih yang buat seru, godain yang namanya Nununk alias Anantika yang batal ikut trip ini, kapan lagi kita kumpul gini dan trip bareng hahahha. . ., Eh malah Nununk minta oleh-oleh? kasih aja Foto-foto kita wkwkwkwk, emgnya mau tamasya? (sorry ya kali ini cuma muncul sedikit di cerita kali ini) :P

Kami bertiga berangkat hari Sabtu pukul 04.00 WIB (6-Juni 2014) naik kereta Probowangi sampai jember pukul 08.30 WIB, begini lah suasana kami ber enam ketika sampai kota jember dengan selamat (Aku, Erwin, Bangkit, Ratna, Devi, Hariya adiknya Ratna).
dari kiri : Devi Ratna Aku Erwin Bangkit

Dari rencana sih kita menuju kawah ijen malam hari, jadi kita masih bisa menikmati kota jember dari pagi sampai malam hari. Awalnya waktu tersebut kita gunakan untuk istirahat, eh Devi dan Ratna malah mengajak jalan-jalan ke pantai Papuma Jember, capek bookk baru datang langsung di ajak jalan-jalan, hahaha. . usut punya usut akhirnya berangkat dengan keraguan, perjalanan ditempuh dengan sepeda motor sekitar 1 jam 
Rencana menuju papuma, eh mampir dulu ke Pantai Watu Ulo, pantai ini bersebelahan dengan tanjung papuma, teluk watu ulo sangat luas dengan pasirnya yang berwarna hitam bersih terawat. 

Pantai Watu Ulo

What do you think guys?
nama watu ulo dalam bahasa indonesia Batu Ular, didapat dari wujud pantainya dimana terdapat bebatuan yang menjorok ke laut membetuk seperti ular. keren? iya sih lumayan menurutku. Kondisi pantai sepi, masih kalah tenar sama tetangganya yaitu pantai PAPUMA. Setelah puas menikmatinya papuma tujuan utama tak boleh terlewatkan.

Benar-benar tidak menyesal capek-capek perjalanan disuguhkan indahnya pantai papuma, pantai yang terkenal dengan bukit batu di tengah lautnya, selain itu terdapat pula bukit di tepi pantai yang telah dikembangkan untuk dijadikan wisata, sehingga para pengunjung mampu menikmati indahnya pantai di ketinggian.

 Pantai Tanjung Papuma




Selasa, 20 Januari 2015

Sertifikasi Diving 1

Halo guys, kali ini penulis ingin berbagi kisah suka duka dalam penempuhan sertifikat diving alias menyelam, semoga bermanfaat.

Awal mulanya di ajakin temen namanya Isha (kakak kelas SMA se fakultas kampus) buat ikutan sertifikasi selam. Waktu itu sudah semester 8 dan kegiatan kuliah tinggal skripsi doank. Demi mendapatkan sertifikat itu, kami 6 orang (mas Januar, Ibad sodara kembarku, Oto, Almuh, Isha dan aku) melakukan latihan di kolam renang selama kurang lebih 3 bulan. Latihan bareng anak SMA penerbangan, berasa ikut militer hahaha. . . selama 3 bulan latihannya renang, nyelem (slulup) lompat dari lintasan lompat indah setinggi 5 meter. ooiya pelatih kita namanya pak Slamet, emg dari dulu uda lama ngelatih mahasiswa ITS.

Ini nih yang buat ane miris, awalnya cuma bayar 1.8 jt all in, nah ini naik jadi 2.3 jt entah alasan apa
-_- (katanya sih sertifikatnya ganti yang bagusan), harga awal aj uda mpet2 an nah ini nambah 500rb, rela deh tabungan buat kamera ane ambil buat nalangin ini dulu. tambah lagi jadwal yang direncanakan pertengahan mei mundur ke awal juni, kan males jadinya, latihan ini itu lagi duit keluar lagi, sikon yang buat ane galau abis jadi berangkat gak ini.

Kepalang tanggung jadi iyain aja bayar 2,3 jt  Hiks. . Rencana sertifikasi di Bondowoso pasir putih bareng anak penerbangan. ujung2nya kita berangkat sendiri ber 6 dan 1 pelatih naik mobil sewaan dan menuju pasir putih bondowoso 3 hari 2 malam.

Senin, 19 Januari 2015

Dieng Plateau 2

Ini wujud mie Ongklok khas Wonosobo, wajib dicoba ini bro . . !!!
Mie Ongklok Wonosobo

Sehari bermalam dikota ini, kami tak luput menikmati suasana malam angkringan kota Wonosobo, sebelum melanjutkan perjalanan esok hari menuju kota Jogja. 

Keesokan harinya kami menuju kota Jogja, kita telah memesan tiket kereta Jogja Surabaya. Perjalanan menuju Jogja memakan waktu yang lumayan lama menggunakan bus antar kota. Sore hari sampai kota Jogja singgah di masjid deket malioborro dan terjadi kejadian kocak abis. Oleh-oleh Carica dari Dieng yang aku bawa tertinggal di Bus Busway jogja, a. a. a semua heboh, hahaha. . . terpaksa mengambil di next halte busway. Dasar irsyad, sampai disangka tu kotak bom sama petugas busway. hehehhe . . ampun pak, tapi makasih pak sudah dikembalikan dengan utuh (lewat bantuan temennya Qori)

Malam hari hujan mengguyur kota jogja, ini trip sbenernya nggembel punya, tapi tepat tanggal 5 februari yang esoknya saya berulangtahun ke 20, so syukuran traktiran makan malam. Ini bener gembel elit, traktirannya juga di KFC hahaha, dan aku di kado naik taksi menuju stasiun lempuyangan (karena belum pernah naik taksi) that my first time naik taksi hahahaha . .

kali ini bermalam di lempuyangan dengan status yang nggembel beneran, tidur di emperan beralas tekel (keramik) bareng pengemis di stasiun (efek g boleh masuk ke dalam stasiun). Bener-bener stasiun yang tak pernah terlupakan, hehhe. . Esok harinya perjalanan menuju kampung masing-masing (aku dan andin ke Surabaya sedangkan Qori ke Jember) sampai di surabaya kejadian itu terulang kembali, taraaaaaa. .  carica yang tertinggal di kereta hahaha entah kenapa ni barang sering terlupakan, untung ada Qori yang mengingatkan, sehingga tak terlewatkan lagi, benar-benar perjalanan yang melelahkan. overall damage cost 500rb. 125rb penginapan di dieng, carica 50rb, transport PP 200rb, makan dan lain-lain 100rb. enjoy your trip yak . . !!! semoga bermanfaat. :)

                                      Kawah Sikidang                                  


Desa Sembungan                               Sunrise Sikunir

Candi Arjuna


Selasa, 25 Maret 2014

Dieng Plateau 1

Cerita Wisata Dieng
  
Dieng merupakan dataran tinggi yang terletak di daerah Wonosobo jawa tengah, aku dengan teman-teman ngopi bertiga (aku, Andin dan Qori) berencana mengunjungi wisata ini pada tanggal 2 februari 2013. Perjalanan ditempuh dengan kereta api logawa tujuan purwokerto. Sungguh lama perjalanan yang kami tempuh, hampir seharian di dalam kereta, sampai benar2 mati gaya. Ada kejadian di perjalanan yang benar-benar tak bisa aku lupakan, ketika ada pengamen banci sedang mengamen dalam kereta. Aku sama sekali tidak mempunyai uang receh, sedangkan Qori punya tapi tidak mau memberikan. Ending yang suram hampir 10 menit aku kena colek-colek si banci. Hiiiiiiii................ !!!!!!!!!!
Sampai di Purwokerto malam hari, masing-masing mandi di stasiun. Hwaa. . . .ternyata aku tak bawa ganti baju, benar-benar apes. Kemudian kami bemalam di stasiun Purwoketo. Makan malam khas purwokerto tak luput kami nikmati, “Mendowen” makanan khas purwokerto. Dijamin maknyus!!!!. . .tahukah anda stu porsi hanya Rp. 3000,-. Pengertian banget sama backpacker hehehehe


Pagi hari perjalanan kembali dimulai naik angkot menuju terminal dan naik bus antar kota ke wonosobo. Terik siang matahari tak terasa akibat dinginnya dataran tinggi dieng. Jalan kaki kita lalui menuju telaga warna dieng. Disana ada beberapa rekan BPI(Backpacker Indonesia)  yang rela meluangkan waktu untuk menemani kami menikmati wahana dan menyediakan tempat menginap serta kendaraan.


Sore sampai malam akhirnya menuju rumah rekan BPI untuk menginap semalam dan melanjutkan esok pagi pendakian bukit sikunir,(mengejar sun rise tentunya).

Pendakian bukit sikunir dimulai pukul 03.00 WIB. Dingin sekali menusuk kulit, kira-kira suhu sekitar 0°C, sampai menghilangkan keinginan mandi sebelum berangkat. Perjalanan menuju desa sembungan memakan waktu 45 menit, sembungan merupakan desa tertinggi se asia. ktinggian mencapai 2300 m di atas permukaan air laut. Pemandangan puncak bukit sikunir kami dapatkan, WOW kereennnn abiiiizzzzzzz . . ini sebagian yang tertangkap kamera kami


 Setelah menikmati sun rise sikunir, masih banyak lagi tempat yang dikunjungi yaitu ada kawah si Kidang, dan candi candi peninggalan sejarah tak luput kami sambangi. Terjadi konflik batin tentang rekan BPI (Mogel) yang rela membantu akomodasi trip ini endingnya menodong tarif yang tinggi, kan rencana memang backpacker tanpa ada guide yang memandu wisata. Tetapi mereka melakukannya, bahkan untuk flyfox sendiri kami dikasih tarif gratis. . . .!!!!! lumayan bukan??
 Konflik terus berlanjut, perdebatan diantara kami mengiringi langkah pulang ke rumah, berbagai prediksi bermunculan?? Maklum takut budget kurang. Gak bisa pulang hehhhe. . . .dan ternyata tak semahal yang kami kira, aman untuk deh. ..yang mau ke dieng, jangan lupa beli oleh-oleh buah khas dieng, “carica”.  Buah ini tidak bisa dimakan langsung, umumnya diolah sebagai manisan disajikan dalam bentuk kemasan. Buah mirip pepaya, tapi kecil seperti kedondong.
Turun dari puncak dieng, kami menuju wonosobo, di kota ini transit untuk makan malam dan menginap, sebelum mulai perjalanan lagi esok hari, tak lupa mengicipi masakan khas wonosobo, mie ongklok. Makanan ini hampir mirip dengan mie ayam, akan tetapi ayam yang disajikan dipisah dan dalam bentuk disate. Rasa yang khas mewarnai trip di wonosobo :)